Showing posts with label meat. Show all posts

Iga Bakar BaNa (Belum ada Nama)

My wife Nade and I visited them by chance, it was in the night after we visited nearby shopping centre. Since she was expecting satay for dinner, so on the way home we're looking around curiously for the signature smoke. Not long while, suddenly we spot a place right beside the traffic light that sells Iga Bakar (Ribs BBQ) and my fave staple food the Nasi Gudeg. To Nade, ribs is a welcomed alternative to satay, and there was also a Serabi Bandung stall which she got interested in so we decided to stop by.

Nade settled herself and Zayan in the outdoor table, while I ordered my Nasi Gudeg Complete which already includes gudeg, krecek (gelatinous cow's skin), and a chuck of opor ayam (chicken in white curry). Upon inspecting the Iga Bakar menus, first I was quite turned down by the price; 35K for a BBQed ribs. Not very expensive but with that price they better be as good as Maranu's in Bandung at least.

Will this be an equal? Though was a bit hesitant I was impressed by the good looking grill they're using, and assuming the cost is at least around 3 - 5 million rupiah at Ace Hardware. So if they're serious about the tools then they're serious in the business, why don't I give it a try?


The Iga Bakar came a bit while after my Nasi Gudeg was served, and it almost popped my eyes out! Man, that thing is sure HUGE! I haven't tried Tony Roma's or Sizzler's so could not make an international comparison, but compared to Daeng Tata's in Tebet Jakarta, or Maranu in Kelapa Gading Jakarta, this Iga Bakar easily outrun them! Almost double the size, with lesser annoying fats blanket that's becoming common in Daeng Tata's. It was a thick steak. It looks really tempting. It was beautiful.


Fist cut was appointed to me, and so I eagerly awaits the sensation awaits... And lo and behold, not only looking good, it tasted great also! With taste resembles Q Smokehouse' beef brisket -- half the price -- this is practically one of the best ribs we ever had.

Well there are some concerns though, like the beef is still a bit hard, the seasoning did not penetrates well all the way deep inside, and before we even finish working through the gigantic size, the wax film begun to form, and Nade thinks the default carbo should be french fries instead of steamed rice. But the texture is great, the meaty character is strong in a good way (even Nade likes it), the hardness I think is still acceptable, portion is great, the BBQ sauce they uses is also good, cooking is good, good PTQ (price to quality) ratio, so on overall the pros heavily outcome the cons.

Iga Bakar BaNa (Belum ada Nama)
Jl. Jendral Sudirman No.3
Denpasar
Bali

Recommended? Heavily! (bay)

Iga Bakar Si Jangkung


Rating:★★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: BBQ / Ribs
Location:Jl. Cipaganti, Bandung
Hujan rintik-rintik, perut laper karena berangkat dari Jakarta jam 1 siang tadi dengan jumawanya kami nggak makan siang dulu... secara belum ngerasa lapar akibat sarapan kesiangan. Apa daya udara Bandung yang dingin ditimpali pula hujan rintik membuat suasana tidak kondusif lagi buat menahan lapar. Jadilah gw dan isteri (dan anak) berkeliaran di sekitar Pasteur, mencari apa gerangan yang bisa dijadikan tempat berlabuhnya lidah di sore hari itu.

Pukul 4 sore, setelah sekitar setengah jam muter-muter Setiabudi - Ciumbuleuit - Cihampelas tanpa hasil, akhirnya kami masuk ke Jl. Cipaganti bermaksud nyari Nasi Padang saja, siapa tau di deket martabak Sakura situ ada... Namun bukan Nasi Padang yang kami temui, malah satu tenda biru-hijau khas Kecap Bango dengan nama "Iga Bakar si Jangkung". Wah, berarti salahsatu unggulan Wisata Kulinernya Mr. Bond nih... trus teringet juga pernah baca somewhere kalau IBSJ ini style-nya bukan seperti Konro Bakar nya Makassar, tapi lebih tradisional Jawa, soalnya disajikannya aja diatas cobek.

Iga, Jawa, Cobek... maka yang terbayang tadinya adalah sejenis pecel iga, variasi dari pecel lele yang biasa dijajakan di pinggir jalan itu. Tak apa-apa, kebetulan sedang lapar daging-dagingan. Gwpun kemudian memesan satu porsi Iga Sapi Bakar (15K), sedangkan isteri penasaran dengan Sate Potong Ayam Gorengnya (15K); yang dibilang sate tapi nggak pake tusuk, nggak pake bumbu kacang pula, dan digoreng pula... kayak apa jadinya ya? Ah yang penting ayam, gitu pikir isteriku yang rada picky eaters ini.

Sungguh diluar dugaan, kalau apa yang tersaji ternyata bukanlah pecel-pecelan seperti yang gw kira, tapi lebih mirip daging bakar bersaus semur! Dengan kuah yang masih meletup-letup panas dan asap yang tebal, gara-gara disajikan lengkap dengan "cobek" panasnya, dengan penampilan cobek dan makanannya yang sama-sama hitam legam nan aduhai! Haha! Nggak salah kalau Bango jadi sponsor mereka, secara hidangan yang satu ini tak bisa lepas dari kecap kental manis!

Gimana soal rasanya? Wah edan! Rasa manis pekat dari kecap berpadu dengan asiknya dengan aneka bumbu yang dipakai, dan sekilas rasa pedas dari potongan cabai rawit. So sweet yet so rich! Potongan dagingnya besar-besar dan empuk, dengan lemak-lemak iga yang melt in your mouth. Ditimpali pula dengan irisan-irisan tomat dan bawang yang segar, serta kerak bumbu dengan karakter rasa kecap yang caramelized, super nendang buat para penggemar makanan berkarakter manis!

Sate Ayam Goreng nya sendiri sangatlah tidak mengecewakan; dengan saus yang juga manis (tapi tidak se-pekat iga bakarnya), karakter rasa ayam gorengnya yang gurih agak asin masih bisa stands-out dengan baik diantara saus kecapnya yang juga manis pedas. Tadinya penasaran juga dengan Krengsengan dan Tongsengnya tapi apa boleh buat, yang makan cuma berdua, dah lumayan kenyang pula. Apalagi sebelumnya dah "diganjel" dengan es Kelapa + Alpukat (7K) dan Jus Dragon Fruit (7K), yang juga ada disana.

Soal tempat sih yang tahan diri aja ya, soalnya di cabang Jl. Cipaganti ini tempatnya rada-rada kusam dan terlihat kurang higienis. Tapi dengan kualitas makanan (dan harga) sedemikian, it's one very hard place to resist. Will be back? Definitely!

Iga Bakar Si Jangkung
Jl. Cipaganti No. 75B, Bandung
Buka 18.00 - 23.00 WIB
Phone: 022 7005 1615 (Delivery Service)

Arroser by Chris Waas


Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Jl. Hang Tuah Raya No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Telp: (021) 68794989 / 0818197192
Bayangkan Anda keluar dari Plaza Senayan melalui Jl. Asia Afrika. Kalau belok kiri, Anda akan menuju Jl. Jenderal Sudirman, melewati Ratu Plaza. No, no, no. Not that way. Belok kanan saja. Mengikuti jalan yang membelok ke kiri… Melewati salon Hanky Tandayu, lantas sekitar 100 meter setelahnya, juga di sebelah kiri, ada sebuah salon di mana Arroser mengambil lokasi yang sama. Berhentilah sejenak. Baca menu yang tercantum, dan… pesan.

Nama Chris Waas tercatat di benak saya semenjak beliau membintangi iklan sebuah merk kecap manis. Tapi saya baru tahu jika beliau memiliki usaha restoran sendiri sejak Brutus memberitahukan kepada saya. Brutus sendiri, mengetahui keberadaan Arroser ini dari seorang temannya yang, uhm, sebenarnya – menurut saya, sangat tidak layak dipercaya. Ha! Tapi, ternyata, kali ini, si teman sedang jujur. Mungkin karena menyangkut makanan…

Tempat dengan suasana clean, terbagi dalam dua area; indoor dan outdoor. Masing-masing menyediakan sekitar 5 meja dengan 4 kursi. Saya memilih indoor, karena selain adem, ternyata juga smoking area. Yihaa! Dan inilah yang kami pesan;

Roasted Beef with Mashed Potato (35K)
Irisan daging tipis yang lembut, berlapis lemak yang tipis dan tidak mengganggu sama sekali. Bahkan cenderung memberikan tambahan rasa meaty yang khas, apalagi setelah berpadu dengan mushroom sauce yang enak. Tingkat kekentalan sauce-nya tepat. Tidak terlalu kental seperti lem, atau justru terlalu cair seperti kuah clear soup. Taste-nya juga baik, dengan irisan jamur champignon yang generous. Stewed carrot dan coleslaw salad-nya enak. Bukan istimewa, memang. Tapi menambah warna yang membuat penampilan makanan ini menjadi lebih cantik. Sementara 2 scoop mashed potato-nya, meminjam istilah dari milis JalanSutra, patoet dipoedjiken. Lembut, creamy, tapi tidak magtig (uh, do I spell it right?). Porsi yang mengenyangkan. Worth the price!.

Mushroom Cream Soup (12K)
Tingkat kekentalan: setingkat di bawah kekentalan cream soup pada umumnya. Taste: setingkat di atas kelezatan mushroom cream soup pada umumnya!

Linguine Bolognaise (25K)
Tidak istimewa sama sekali. Saya berharap ada aroma oregano. Tapi ternyata, nyaris nihil. Biarpun minced beef terlihat bertebaran di sana sini, oh well, this one is not recommended. Nampaknya banyak menu lain yang lebih layak untuk dipesan.

Karena baru kunjungan pertama, baru 3 menu tersebut di atas yang berhasil saya cicipi. Tapi, konon, Nasi Ayam Hainan di sini juga superb. Sayangnya, nggak semua orang berhasil menikmati menu ini karena Arroser hanya membuat menu ini 2 porsi sehari. Demi menjaga mutu, demikian jelas seorang waiter yang ramah. Sementara, membaca list menu, saya sendiri sudah membuat list “Kapan-Kapan” di tempat ini, yaitu: Nasi Goreng Cakalang (15K), Nasi Goreng Sambal Roa (15K) [oh, I always love sambal roa!!!], Pochay Garlic (10K) [pretty cheap, huh?], Breaded John Dorry with Tartar Sauce (28K), dan Crepe Suzette a la Mode (15K).

O ya. Ternyata, Arroser ini juga terdapat di foodcourt Mal Ambasador, Kuningan.



ADE-licious-o-meter:
Taste: 9 of 10
Food Presentation: 8 of 10
Service: 9 of 10
Hygienic Level: 9 of 10

Q Smokehouse Factory

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: BBQ / Ribs
Location:Jl. Panglima Polim IX No.16
Sebetulnya gw dateng kesini dengan persepsi rada salah, bahwa ini adalah tempat makan steak.

Not terribly wrong, cuma lebih tepatnya, mengacu ke nama restorannya, maka tempat ini menyajikan menu utama hidangan-hidangan yang diolah dengan cara di-asap (smoked). Jadi jangan heran kalau menu utama di tempat ini adalah smoked ribs; with the bones atau in brisket mode (slices meat only).

Daging ribs yang dihidangkan disini, telah sebelumnya diasapi dahulu selama sekitar 8 jam, dengan bumbu "rub" (balur) yang khusus. Uniknya, untuk proses pengasapan ini digunakan bahan bakar kayu buah-buahan untuk menambah aroma khusus, dan jenis kayu yang dipakainya pun selalu berganti-ganti! Pada hari kami datang, kayu yang dipakai adalah kayu Nangka.

Penasaran dengan menu utamanya, kamipun sepakat untuk memesan smoked ribs nya, dengan porsi Jumbo! (3 pieces, 400 gr). Makanan ini mau kami share berdua. Kalau ternyata porsinya kurang nendang, tinggal pesen lagi toh?

Menurut chicaluna, salad yang dijagokan adalah Asian Salad dengan saus wijennya. Sedangkan menurut pramusaji, salad unggulannya either that one, atau Chopped Salad (w thousand island dressing). Gw milih yang Asian Salad. Untuk minumnya, kembali gw ngikut rekomendasi chicaluna; untuk mesen Minty Pineapple. Sedangkan isteri, secara sedang kerajingan minuman2 strawberry, maka pilihannya nggak mengejutkan.

Setelah sekitar 10 menit, salad nya datang duluan. First impression; chick and hearty. Tersaji dalam mangkuk agak persegi, hidangan ini terdiri dari lembaran daun selada, plus tomat mungil dan taburan bihun goreng. Sebagai sausnya, saus kacang asin masam. Sayangnya, untuk hidangan yang satu ini bumbunya terlalu asin, dan aroma wijen nya nggak terasa... jadinya lebih mirip makan Asinan Bogor.

Saat nyeruput Minty Pineapple nya, langsung terasa rasa manis yang cukup pekat... padahal tadi mintanya less sugar. Setelah menginformasikan kembali ke pramusaji, maka minuman tersebut di "reparasi" walau hasilnya masih tetep diluar harapan. Informasi yang gw dapet, nanas nya pake nanas Palembang, mungkin karena itu kadar manisnya tetep tinggi. Di seberang meja, minuman Refreshing Strawberry pesenan isteri ternyata jauh lebih sukses dan sesuai harapan gw akan minuman seperti ini: nggak terlalu manis, dan segar!

Nggak lama kemudian hidangan utama yang dipesan pun datang. Nice timing. First impression: Marvelous! tiga potong daging iga asap (dua gede, satu sedeng) dengan warna coklat kemerahan yang menggoda, saling tumpuk satu sama lain, diatas genangan dangkal saus BBQ dan percikan rempah kering. Untuk side-dish nya, mereka memasangkan hidangan ini dengan roti panggang dan coleslaw.

Cukup puas dengan tampilan, lantas gimana rasanya? Iga asap yang bisa dipesan dalam kematangan medium, medium well atau really well-done ini ternyata memiliki karakter rasa daging asap yang cukup pekat. Bagi mereka yang masih asing, mungkin bisa mengambil perbandingan rasa daging dendeng yang dijual di pasaran, namun tidak terlalu manis, dan tidak anyir.

Untuk memotongnya pun tidak memerlukan usaha dan akrobat ala di Daeng Tata's; dagingnya firm dan mudah diiris. Saat dikunyah, terasa teksturnya yang agak chewy, jejak-jejak baluran spices nya, plus aroma khas daging asap. Sebenarnya masih agak diluar perkiraan, karena rasanya nggak terlalu gurih. But nevertheles enjoyable, bisa dibilang "classic" taste; relies more on the smoked meat taste than the seasoning. Tapi walau demikian, ternyata isteri suka sekali! Padahal 75:25 kalau doi nemu makanan baru, maka verdictnya adalah negatif. Hmm... inget ke Chicaluna, apakah the taste is geared more towards women taste? hehehe.

Tadinya tertarik juga buat nyoba menu lainnya yang ditawarkan, cuma apa daya perut udah overbooked.

Situasi restorannya nyaman, disregarding the fact that we're the only customers that evening. Nuansa interiornya kalem, diiringi pilihan musik yang juga kalem. Cocok buat diner berdua yayang, atau acara diner lainnya yang rada-rada serius.

Yang disayangkan, selain dari salad dan minumannya tadi, adalah susahnya dapetin pramusaji untuk additional order atau request. Product knowledge dan servis layanannya sendiri sih bagus, attentive, ramah, cuma keberadaannya agak langka...=) Untungnya sepi jadi manggil dengan suara rada keras aja udah manjur. Tapi kalau pengunjung mulai banyak maka perlu ada waiter yang rajin memantau floor supaya pelanggan nggak nunggu terlalu lama buat making another order. Pernah ke Bakmi GM? Pramusaji mereka banyak DAN semuanya secara disiplin menyapukan pandangan ke area floor, mengamati pengunjung kalau-kalau ada yang perlu bantuan mereka, good practice!

Protes lain dari kami adalah soal signage. Memang gw dan isteri both rada bolor, tapi seharusnya papan nama usaha mereka bisa terlihat dan terbaca jelas hingga dari jarak seberang jalan, minimal. Sedangkan yang terjadi, baru setelah kami nyaris parkir di depan bangunannya, sambil rada-rada memicingkan mata, barulah nama tempat ini terbaca jelas! Sedangkan di lantai atas bangunan, ada signage yang jauh lebih mencolok; "Upstairs". Benar-benar kebanting.

Yang membahagiakan, adalah harga yang cukup reasonable. Satu porsi iga jumbo (50K), cukup untuk berdua, plus salad, plus side-dish, plus tiga minuman, cuma perlu ditukar selembar WR Soepratman Soekarno-Hatta dan selembar Otista.

Soo, mission accomplished, good result. (bay)

Q Smokehouse
Jl. Panglima Polim IX No.16
021 720 0671

Appearances