Showing posts with label pasta. Show all posts

Food Shot: One Chinotalian Breakfast


Breakfast this morning: Macaroni with squid and white sauce, topped with preserved caisim and garlic fried shrimps, and a dash of mayonnaise. Sprinkled with seasoned salt. Created by The Picky Eater. (byms)

La Fonte Pasta Sauce Bolognese


Rating:★★★
Category:Other
Di jaman yang nggak terlalu dulu, bikin hidangan pasta adalah suatu kegiatan yang memakan waktu, walau menyenangkan. Gw terbiasa untuk manggang tomat sama paprika sendiri untuk dibuat saus pasta, ngira-ngira banyaknya tambahan bumbu sendiri, dan kadang harus improvisasi ganti oregano sama kemanggi kalau lagi ngirit budget. Hasilnya oke, tapi berantakan setelahnya itu yang lumayan bikin males beresin. Kalau beli bumbu jadi, Prego yang botolan misalnya, berarti siap-siap keluar budget yang lumayan, karena saus siap jadi pada masa itu semuanya full-import; kadang lebih ramah di kantong kalau beli di restoran aja sekalian.

Untungnya, menyusul berkiprahnya Indofood di pasaran pasta kering dengan merk La Fonte, mereka pada sekitar tahun 2008 lalu melengkapi produknya dengan jenis yang satu ini: saus bolognese siap saji. Sekarang, proses masak spaghetti ini jauh lebih ringkas: tumis bawang bombay beserta daging giling, masukkan bumbu spaghetti siap sajinya, masak hingga mendidih, lalu campurkan dengan spaghetti / pasta yang sudah direbus sesuai selera, dan jadilah! Isteripun jadi doyan makan spaghetti di rumah, dibanding sebelum-sebelumnya selalu nge-refer ke spaghettinya Pizza Hut.

Taste-wise, basis rasanya cukup mantap, kira-kira cocok lah sama lidah Indonesia yang nggak terlalu suka rasa terlalu asem, tinggal disesuaikan sendiri sama preferensi lidah masing-masing. Saya pribadi sih biasanya tambahin lagi kaldu blok, merica, taburan mixed herbs, dan tentunya keju parut, sedangkan isteri biasanya harus plus saos sambel, maklum "chilli tooth"; nggak nemu pedesnya cabe berarti ada yang salah sama masakannya.

Dijual dalam kemasan sachet platik 360 gram, harga sekitar 15K, cukup buat makan bertiga / berempat. Kalau berdua biasanya bisa buat dua kali masak. (bay)

Kraft Macaroni & Cheese Dinner


Rating:★★★
Category:Other
Setelah beberapa waktu menyantap dan rada ketagihan dengan variant rasa dari San Remo, produk ini muncul di deretan import food nya Hypermarket Galeria Denpasar. Berhubung penasaran dengan klaim "The Cheesiest"nya, sambil membayangkan derajat cheesiness diatas San Remo's Four Cheeses, tentu saja kamipun ngiler dan tergerak untuk mencoba menu yang satu ini. Apalagi price wise, harganya cuma lebih 3 ribuan dibanding San Remo's, sementara isi gram yang jauh lebih banyak (206gr vs. 120gr).

Yang rada mengherankan, berbeda dengan San Remo, maka cara memasak Mac n Cheese nya Kraft ini rada berbeda; kalau San Remo menyarankan bumbu dimasukkan pada saat pasta setengah matang, hingga kemudian bumbunya lebih meresap seiring jumlah cairan yang makin ter-reduksi, maka Kraft mengambil pendekatan lebih simple; masak hingga matang macaroninya, buang airnya, tabur bumbunya, siap makan! Namun berhubung rada kurang yakin dengan cara ini, melihat si bubuk keju sangat kering, sedangkan macaroninya juga diinstruksikan harus ditiriskan sampai tidak berair, akhirnya kami memilih untuk sedikit improvisasi mengacu ke caranya San Remo: Sisakan sedikit air rebusan pasta, masukkan bumbu sambil terus diaduk diatas api kecil hingga airnya berkurang dan tersisa larutan kental bumbu kejunya.

Sayangnya, waktu diicip sambil masak (curi start), ternyata gambaran "cheesy" nya berbeda dengan ekspektansi awal gw... rasanya rada bland, dan karakter keju yang sangat menonjolnya adalah cheddar; yang mana kurang nendang dari segi rasa. Yah... Namun ya su, mac n' cheese yang sudah matangnya dipindahkan ke mangkuk, buat gw dan isteri review.

Kesimpulannya, dari segi rasa masih kalah tajam dengan Four Cheese nya San Remo, namun sensasi selimut rasa cheddar nya cukup menggugah meskipun cuma dalam level mild saja. Alternatively, buat mengejar cita rasa yang gw harapkan ternyata cukup dengan menambahkan sedikit Chicken Cube nya Maggi (Royco might works too), dan hasilnya si karakter rasa mild dari cheddarnya jadi keangkat banget.

Berhubung porsinya yang lumayan gaban, dan karakter rasa yang kurang menggugah buat isteri, maka porsi beliau masih nyisa setengahnya dan masuk kulkas. Besoknya pas kelaperan di pagi hari, mac n cheese dingin ini gw bereskan, tanpa tambahan apa-apa dari versi aslinya, dan ternyata dingin membuat karakter rasa si keju makin berkibar. Kenyataan yang menarik, karena si leftover mac n cheese dingin ini jadinya lebih nikmat dibandingin waktu masih panasnya.

Atau gw aja doyan ma yang dingin-dingin ya? (bay)

San Remo Quick Pasta


Rating:★★★
Category:Other
Walaupun relatif baru masuk ke pasar Indonesia, dibandingkan La Fonte misalnya, atau Honig yang sudah 30an tahun beredar, San Remo melakukan langkah yang cukup berhasil dengan membidik konsumen instant food. Hal ini dilakukan dengan mengeluarkan produk San Remo cepat saji dalam kemasan 120gr dan pilihan rasa yang beragam, mulai yang lazim seperti Carbonara, Alfredo, Creamy Mushroom, dan Mac n' Cheese, hingga yang kurang lazim seperti Four Cheeses, Sour Cream and Chives, serta Chicken Curry.

Harga satu paket nya 15 ribuan, dan untuk masaknya dianjurkan menggunakan sedikit susu serta margarin / mentega. Waktu masak cukup 10 menitan, dan hasilnya pun ternyata cukup memuaskan dan bisa untuk konsumsi dua orang. Cocok buat peminat pasta yang rada males nyiapin masakan dari nol, atau pengen cepet, mudah, enak.

Sejauh ini dari sekian banyak variant rasa yang dicoba, yang paling nendang adalah Four Cheeses karena rasa keju nya paling strong, sedangkan next in rank adalah Creamy Mushroom dengan rasa krim yang mild. Sour Cream nya rada kurang sip karena kurang asem, Mac n' Cheese nya lumayan tapi masih kurang cheesy dibanding Four Cheeses, sedangkan Carbonara nggak gw coba karena sedang pantang makan babi (udah 30 taunan).

Dengan tampilan sachet plastik berhias gambar yang menggoda, produk ini jauh lebih menarik minat gw dan isteri dibanding La Fonte misalnya, yang sebenarnya telah terlebih dahulu mengeluarkan produk serupa, namun dalam kemasan kotak yang kalah mencolok maupun mengundang, padahal dengan range harga yang relatif lebih murah.

Dari sudut yang berbeda, tak berapa lama lalu saya nemu produk serupa keluaran rajanya keju Indonesia; Kraft, dan mereka meng-klaim produknya sebagai "the cheesiest". Gimana hasil test kami? Silakan tunggu di ulasan berikutnya. (bay)

Image dari: http://www.lifeasamummy.com
Product website: http://www.sanremo.com.au

Appearances