Alleycats

Rating:★★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: International
Location:Poppies Lane II (behind Twice Bar), Legian, Kuta, Bali
Warning! You have entered a noodle free zone!
Begitulah tulisan yang terpampang di cover menu Alleycats, sebuah restoran kecil yang mengambil sebuah rumah tua nyaris-tak-terawat dan nyempil di sebuah gang kecil sebagai hidden location di bilangan Poppies Lane II, Legian, Kuta, Bali. Kami - saya dan Brutus - mendapat info mengenai Alleycats ini dari John Glaze, seorang teman asal Texas, Amerika, yang sudah beberapa bulan liburan di Bali. Awalnya, saya nggak terlalu tertarik. “What’s so cool about a big portion of steaks anyway?”, begitu pikir saya. Tapi John rajin sekali mendoktrin kami. Pokoknya, somehow, dia pengen sekali membuat kami pergi ke Alleycats. Maka akhirnya pada hari Minggu (30/12) pagi, Brutus memutuskan untuk mengajak saya ke Alleycats.

Dan restoran ini benar-benar ngumpet banget. Bayangkan, selama sekitar 2 minggu, saya sering sekali ke belakang Twice Bar untuk memesan sarapan sederhana (nasi goreng, mie goreng, etc.) di sebuah warung, tapi Alleycats sama sekali nggak terlihat – padahal lokasinya bersebelahan! Tempat ini sama sekali nggak menarik. Sebuah bar kecil, gazebo tua yang nggak terawat, dan beberapa meja di bawah pohon. But, hell with the place! Seorang waitress menyambut kami dengan amat sangat ramah. Friendly sekali, menyenangkan. Pesanan pertama saya, Pate. Sementara Brutus memilih Monster Mixed Grill, salah satu yang pernah direkomendasikan oleh John. Deckster dan Bianca, yang menyusul nggak lama setelah kami memesan makanan, memilih untuk memesan Burger saja.

Saya menemukan kesenangan tersendiri ketika membaca menu Alleycats. Ada beberapa kalimat nakal yang menyentil sekaligus lucu. Misalnya saja, “Good things come to those who wait, if you want fast food then please ask for directions to McDonalds!”. Ya, secara tidak langsung mereka sudah memperingatkan para customer untuk bersabar. Hm, apakah artinya pelayanan di sini terhitung lama? Ternyata, lumayan juga sih. Kecuali untuk Pate yang digolongkan sebagai makanan pembuka.

Uhm. Nampaknya lebih baik saya menuliskan review Alleycats ini per-menu saja. Gara-gara pesanan kami di hari pertama datang dengan sangat memuaskan, sejak itu, setiap hari kami selalu datang ke Alleycats untuk mencoba menu-menu lainnya. Dan, sampai saat ini, belum pernah kami menemukan makanan yang biasa-biasa aja. Semuanya dahsyat, nendang banget!!!




THE MONSTER MIXED GRILL (100K)
Deskripsi di menu:
200gr tenderloin steak, 200gr pork steak in basil n’ pepper, 2 jumbo pork sausage, 150gr chicken breast, smoked back bacon, 2 fried eggs, fried tomato, onion rings, chips, mashed potato n’ gravy.
Faktanya:
Pertama kali kami memesan Monster Mixed Grill, satu hal yang missed hanya Onion Rings-nya saja. Itu pun, konon, karena tepung yang dipergunakan untuk membuat Onion Rings-nya sedang sulit dicari pada saat itu. Hm, rupanya mereka nggak mau mengganti dengan tepung lain karena takut jadi tidak konsisten? Bisjad. Bisa jadi. Tapi mereka menawarkan beberapa option untuk penggantinya, seperti Garlic Mushroom atau Baked Beans. Yang jelas, presentasinya memang menggiurkan. Sepiring besar berisi tumpukan penuh grilled steaks. Dan semuanya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, sesuai dengan pesanan kami. Tenderloin yang kami pesan medium well, ketika masuk ke dalam mulut, masih terasa juicy banget. Yummm! Sementara Pork Steak yang memang dimatangkan well done, tidak kering. Tetap juicy, sedikit oily, dalam balutan tipis daun basil dan taburan black pepper yang menimbulkan aroma khas. Fried tomato lebih terlihat seperti half pan fried dan lantas dibakar. Warnanya tetap merah merekah, menimbulkan pemandangan yang menyegarkan di antara steaks di sekitarnya. Sensasi rasa manis masam dari tomat juga ternyata membantu menetralisir aroma daging yang kental berkubang di dalam mulut. Chicken breast - bukanlah bagian dari ayam yang saya sukai (I prefer thighs), tapi - kali ini, tetap sukses di lidah saya. Chips-nya juga well recommended. Catat: ini bukan French fries, ini kentang goreng. Lebih padat, crispy, dan teksturnya nyaris tidak berubah bahkan ketika sudah dingin. Garlic mushroom-nya hadir dalam porsi kecil, rasa garlic bercampur aroma black pepper yang tipis di belakang. Sementara mashed potato-nya, memang tidak terlalu istimewa sebelum akhirnya kami menuangkan gravy - yang datang sebanyak 1 mug besar penuh – ke atasnya. One of the best gravy I’ve ever tasted! Saya nggak pernah memesan 1 porsi Monster Mixed Grill ini untuk saya habiskan sendiri. Biasanya saya hanya ‘menggerecoki’ pesanan Brutus. Mengambil beberapa slices smoked back bacon, seiris kecil tenderloin & pork steak, sepotong telur mata sapi setengah matang, dan 2 sendok makan mashed potato yang saya olesi sedikit butter sebelum akhirnya saya tuangi gravy secukupnya. Biasanya, setelah itu saya memecahkan kuning telur setengah matang itu di atas steak dan bacon. Memporak porandakan piring, memanjakan lidah, dan menaikkan tingkat kenikmatan makanan itu sendiri. Oya, beberapa hari kemudian, ketika akhirnya Onion Rings-nya available, datangnya semangkuk besar aja gitu! Rasanya? Kurang lebih mirip Onion Rings-nya Burger King. Tapi setingkat lebih enak di atasnya.
Sedikit catatan:
Bagi tamu yang sanggup menghabiskan Monster Mixed Grill ini seorang diri, maka ia akan difoto bersama dengan piring kosongnya, lantas dipajang di Monster Hall Of Fame yang tergantung di sebelah dalam bar Alleycats.


BUTTER PUMPKIN SOUP (13K)
Deskripsi di menu:
Butter Pumpkin Soup with buttered baguette.
Faktanya:
Supnya datang dalam sebuah mangkuk berukuran besar. Mangkuk yang kira-kira muat berisi 2 porsi mie instan. Hehehe… Perbandingan yang aneh tapi mudah dicerna kan? Dengan baguette sepanjang sekitar 15cm yang telah dibelah dan diolesi butter di dalamnya. Dengan tekstur yang pekat dan kental, citarasa sup ini agak manis yang ditimbulkan dari bahan bakunya, yaitu labu. Enak, sebenarnya. Too bad, I’m not into sweet meals. Akhirnya Brutus lah yang lahap memakannya. “Enak banget!”, nilainya. Ketika Deckster & Bianca datang, Brutus sempat meminta mereka untuk juga mencicipinya. Deckster, yang mengaku sangat nggak suka labu, menolaknya. Tapi setelah agak dipaksa, dan akhirnya mau, ekspresinya menunjukkan keheranan. “Gila! Gue nggak suka banget labu! Tapi kok ini bisa enak banget gini ya?!” begitu komentarnya. Bianca juga suka. Baguettenya? Favorit saya. Bagian luarnya crispy tapi bukan a lot, semenara dalamnya sangat lembut. Hot match for the soup.


THE MONSTER STEAK (70K)
Deskripsi di menu:
350gr prime rump steak with double chips, mushroom, tomato, onion rings and gravy.
Faktanya:
There’s nothing much I can say abut this one. Awesome. Dan seperti sebelumnya juga; steak dimasak dengan tingkat kematangan yang pas. Tasty, yet juicy. Love it much!!!


PORK STEAK (24K)
Deskripsi di menu:
Marinated in basil and black pepper
Faktanya:
2 potong pork steak, dengan tingkat kematangan well done. Tidak terlalu asin atau terlalu beraroma black pepper maupun basil. Benar-benar pas. Karena menu ini dirasa agak sedikit ‘mini’, akhirnya Brutus meng-custom pesanannya dengan menambahkan Heinz Baked Beans dan 2 telur mata sapi setengah matang. Jadi mirip English breakfast. Bedanya, Smoked Back Bacon digantikan dengan Pork Steak. Enak, tapi tidak terlalu istimewa.
Sedikit catatan:
Untuk tambahan Heinz Baked Beans dan 2 Fried Eggs, cukup 10K saja! Karena Heinz Baked Beans dihitung 6K, sementara sebutir Fried Eggs dihitung hanya 2K. Crazily cheap, eh?!


PATE (12K)
Deskripsi di menu:
Delicious Ardennes pate with French bread
Faktanya:
Salah besar kalau cuma dibilang delicious. Ardennes pate berbentuk segitiga dengan sisi masing-masing berukuran sekitar 12cm dan disajikan dengan segulung butter dan 6 potong baguette setebal 2cm itu, bisa dideskripsikan dengan banyak bahasa pengganti kata delicious. It’s scrumptious, mouth-watering, delectable, tasty, and definitely appetizing! Setelah melumer di mulut, pate ini akan menyisakan rasa asin dan nutty yang tipis di belakang. Khas banget, enak banget! Dan saking besarnya ukuran pate yang disajikan, bahkan ketika saya sudah berusaha mengoleskan pate secara boros ke atas keenam potong baguette itu, tetap saja pate-nya bakal tersisa banyak. Tersisa dan ditinggalkan begitu saja? Tentu saja tidak. Pasti akan tetap habis licin sebelum saya meninggalkan Alleycats. This is the best pate I’ve ever tasted. My most favorite meals in Alleycats!
Sedikit catatan:
I fell in love with this Pate thing since the first time I tasted it. Yang ada, selama di Bali, setiap bangun tidur, cuma ada satu kata yang keluar dari mulut saya, “Pate.” Tandanya, kami akan langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju Alleycats. Ini sudah jadi menu wajib saya.


INDIAN MINCED BEEF N’ SPINACH CURRY (21K)
Deskripsi di menu:
Served with steamed rice.
Faktanya:
Presentasinya memang buruk. Bayangkan saja bayam yang sudah layu karena dimasak cukup lama bersama dengan daging cincang dalam bumbu kari. But who cares about the ugly looks when the taste is just so incredibly fukken good?! Bumbu kari yang home made ini terasa sangat ‘rich’. Kaya akan rempah, tapi dalam takaran yang pas. Khas sekali, tapi berbeda dengan kari-kari di tempat lain yang pernah saya coba sebelum ini. Cincangan daging sapinya juga terasa lembut tapi tidak pula terlalu lembek. Dan gigitan daun bayam yang layu menambah sensasi tersendiri. Saya memilih tingkat kepedasan “Crazy”. Artinya, dengan 8 buah cabe rawit hijau. Pedas yang sesuai dengan selera saya. Well recommended!!!
Sedikit catatan:
Alleycats menawarkan beberapa tingkat kepedasan yang bisa kita pilih; “Hot” (2), “Indo” (4), “Crazy” (8), “Volcano” (15). Lucunya, ada lagi tulisan, “Insanity” (more than 15? Just ask for directions to Bangli). Rupanya, Bangli ini adalah tempat di mana Rumah Sakit Jiwa yang paling terkenal di Bali berlokasi. Semacam Grogol kalau di Jakarta. Hehehe…


CAMEMBERT AND SMOKED BACK BACON BAGUETTE (32K)
Deskripsi di menu:
Served with cranberry sauce.
Faktanya:
Sesuai deskripsi di menu, baguette sepanjang kurang lebih 15cm ini diisi dengan beberapa lembar smoked back bacon dan irisan keju camembert. Isinya terlihat cukup banyak dan tebal. Warna cranberry sauce-nya juga membuat menu ini tampak lebih ‘hidup’. Sayang, karena disibukkan dengan makanan pesanan saya, saya nggak sempat mencicipinya sama sekali. Menurut beberapa yang sudah mencicipinya; Brutus, “Enak banget!” dan Niza, “Enak, enak!”


HUNGARIAN GOULASH (24K)
Deskripsi di menu:
Tender beef cubes in a rich paprika and tomato sauce.
Faktanya:
Saat memesan, kami diberi pilihan untuk side dish-nya, dan kami memilih mashed potato. Saya pikir, kuah kental Goulash pasti enak sekali untuk dijadikan pengganti gravy. Ternyata? Betul banget! And it wasn’t just a flowering words when when they wrote ‘tender beef cubes’ on the menu, because those beef cubes are soooo… tender! And, it is a rich paprika and tomato sauce! Rich, tapi tetap dengan komposisi yang tepat; nggak kebanyakan paprika, maupun tomat. Salah satu Hungarian Goulash terbaik yang pernah saya cicipi. Recommended! Oh ya, saya lupa cerita. Presentasinya buruk, nggak jauh beda dengan Minced Beef & Spinach Curry-nya. Hehehe… Sekali lagi, who cares about the ugly looks?


THE MONSTER STEAK AND ONION BAGUETTE (70K)
Deskripsi di menu:
Nearly 2 feet of French bread, crammed with 350gr rump steak, plenty of onions, red and green bell peppers, and a sprinkle of black peppers. Served with double chips.
Faktanya:
Sinjing! Gila gilaan bener nih si Alleycats! Kelewatan. Belum pernah saya melihat baguette sepanjang sekitar 55cm disajikan begitu saja tanpa dipotong sama sekali. Yang ada, piring raksasa yang biasa mereka pergunakan untuk menyajikan The Monster Mixed Grill pun, hanya menampung setengahnya saja. Sisa rotinya mengambang tertahan ujung piring yang agak naik. Belum lagi isinya! Rump steak seberat 350gr itu dipotong kotak memanjang dengan dimensi kira-kira 2cm x 3cm x 55cm. Benar-benar, dari ujung ke ujung, nggak ada bagian baguette yang kosong! Dimasak dengan tingkat kematangan well done, rump steak ini dipadukan dengan potongan-potongan bawang bombay dan paprika. Tidak ada saus. Sederhana sekali, tetapi tetap dapat menonjolkan citarasa yang pas karena paduan ukuran yang tepat antara ketebalan roti, daging, serta irisan-irisan tersebut. Porsi yang sangat gila! Asli, gila.
Sedikit catatan:
Dengan ukuran porsi sebesar ini, kamu sebenarnya bisa berbagi menu ini untuk 3-4 orang dengan size normal.


THE MONSTER BREAKFAST (60K)
Deskripsi di menu:
2 jumbo pork sausages, double smoked back bacon, 2 fried eggs, 2 tomatoes, mushroom, Heinz baked beans, large piece of French baguette, includes a mug of tea or coffee.
Faktanya:
Persis sama dengan deskripsi yang tercantum di menu. Sangat cocok untuk yang bangun karena kelaparan! Nothing’s really special, actually. Tapi perhatikan isi dan harganya… Very cheap, eh? Apalagi udah termasuk kopi atau the sebanyak 1 mug ukuran besar!


MEXICAN POTATO SKIN (16K)
Deskripsi di menu:
6 potato skins with vegetable chili, salsa & sour cream.
Faktanya:
Presentasi yang sangat baik. Colorful. Uhm, gimana cara makannya ya? Iris dengan pisau, atau langsung dimasukkan ke mulut? Pertamanya, saya memilih untuk mengiris dengan pisau. Tapi rupanya membuat isinya jadi berceceran ke mana-mana. Duh! Cara kedua, langsung menggigit separuh ukurannya. Tapi itu juga sama saja; isinya yang memang banyak itu akan berlarian ke luar. Cara ketiga, saya mengeruk setengah isinya dan memakannya, baru kemudian menggigitnya setengah demi setengah. Yang ini lumayan hasilnya, lebih rapi. Ah, lupakan acara memakan Potato Skin yang benar. Saya hanya ingin memberitahukan di mana tempat Anda bisa menemukan The Best Potato Skin, ever: here, in Alleycats! Potongan potato skin-nya sendiri sangat crunchy, tapi tidak akan hancur berserakan ketika digigit. Enak banget! Dan paduan topping chili, salsa dan sour cream di atasnya memang menambah greget crispness-nya. One of Alleycats’ best starters!
Sedikit catatan:
Pada kunjungan berikutnya, kami sempat bereksperimen dengan memesan varian lain dari potato skin ini. Cheesy Potato Skin (16K) namanya. Toppingnya adalah campuran mozzarella dan cheddar cheese yang lantas melted karena di-baked sebentar di oven. Untuk varian ini, mereka menyediakan condiment berupa mayonaise yang dicampur dengan chopped onion. Unik, memang. Tapi belum mengalahkan yang versi Mexican-nya lah.


KÖTTBULLAR (25K)
Deskripsi di menu:
A generous portion of Swedish meatballs and gravy.
Faktanya:
Menu ini direkomendasikan oleh seorang waitress. Katanya, banyak tamu yang sangat menyukai menu ini. Uhm, meatballs? Sounds not too special to me. Tapi toh kami memesannya juga, karena memang pengen banget mencoba semua menu yang ditawarkan oleh Alleycats. 10 butir home made meatballs yang disajikan dengan mashed potato, butter, dan gravy. Meatballs-nya empuk, dengan tekstur yang mirip seperti burger patty, dengan citarasa parsley dan beberapa rempah terasa cukup jelas di dalamnya. Ternyata… Hey, it’s not just an ordinary meatballs! Enyakkkk enyakkk enyakk! Love it. Worth a try!


RUMP STEAK (50K)
Deskripsi di menu:
Saya lupa mencatatnya.Kurang lebih; 250gr rump steak with chips.
Faktanya:
Versi mini dari The Monster Steak. Tapi untuk pesanan ini, kami ditawarkan untuk memilih sauce. Dan Brutus memilih mushroom sauce, seperti biasanya. Mushroom sauce ini datangnya dalam jumlah yang tidak banyak, dan tekstur yang sangat pekat. Tapi rasanya unik sekali. Ada beberapa rempah yang tidak lazim saya rasakan di steak sauce pada umumnya, terasa sangat kuat di sini. Enak banget! Jadi, kalau kamu sedang pengen banget makan steak, tapi sadar bahwa kapasitas perut kamu nggak bakalan sanggup memuat The Monster Steak, then just order Rump Steak!


--------------------------------------------------

Tentu saja masih ada beberapa menu lain yang belum sempat kami coba, walaupun nyaris setiap hari kami datang ke sana untuk makan dan mengeksplorasi menu yang ditawarkannya. Semoga saja mereka bisa mempertahankan konsistensi pada rasa, presentasi dan pelayanannya. Satu hal lagi; saya nggak pernah merasa keberatan dengan makanan yang datangnya tidak bisa terhitung cepat. Toh, bukannya sampai lebih dari setengah jam juga. Apalagi, Alleycats menyediakan beberapa fasilitas untuk membunuh waktu (Ahem, actually, saya merasa kata ‘membunuh waktu’ itu aneh sekali ya!). Ada pool table, biarpun dalam kondisi yang sudah kurang bagus. Ada juga buku-buku, atau game board. Saya dan Brutus belakangan paling suka membuat kompetisi Othello kecil-kecilan. Bahkan, kadang-kadang, saking serunya, begitu makanan datang pun kami bakal mengunyah sambil tetap serius bermain. O ya, beberapa harga di menu yang sempat tercatat oleh saya – mungkin untuk menguatkan bahwa Alleycats ini memang murce mericew (baca: murah meriah) – adalah: Iced Mango Tea (5K), Iced Lemon Tea (5K), Aqua (3K), Fried Eggs (2K), Heinz Baked Beans (6K), Coca Cola (5K), Onion Rings (6K).


ADE-licious-o-meter:
Taste: 9 of 10
Food Presentation: 8 of 10
Service: 9 of 10 (para waitress sangat ramah, helpful, dan product knowledge-nya juga sangat baik!)
Ambience: 7 of 10 (sekalipun bentuknya rumah tua tak terawat, tapi sangat homey)



Peringatan!
Hati-hati jika Anda belum pernah ke Alleycats sebelumnya. Dapat menyebabkan Alleycats Syndrome yang gejalanya adalah, antara lain:
- Tidak pernah puas dengan makanan lain yang ada di luar Alleycats,
- Selalu membanding-bandingkan makanan di tempat lain dengan di Alleycats, baik dari segi rasa, apalagi harga,
- dan berbagai bentuk penolakan terhadap makanan-makanan standar lainnya.
Ini benar-benar terjadi. Waspadalah… Waspadalah!

Foto bisa dilihat di:
http://adeputri.multiply.com/photos/album/17/Alleycats

3 comments:

Appearances