Warung Pasta, Bandung

Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Italian
Location:Jl, Ganeca No. 3, Bandung
Baca dari salahsatu artikel, ternyata karyanya Chef Ragil? Well so, congratulations telah berhasil membuka outlet yang kelihatannya selalu penuh pengunjung siang dan malam ini.

Kecuali untuk beberapa jenis menu, maka sistem pemesanan makanan untuk WP ini adalah standar tiga tahap:

1. Tentukan saus / cara masaknya
2. Pilih jenis pastanya (ada spaghetti, fussili, fettucini, dll.)
3. Pilih ukurannya (kecil, sedang, besar)

Sedangkan untuk minumannya, beberapa jenis ada pilihan yang lumayan menyenangkan: free refills. Sepuasnya.

Gw mesen yang pake Tuna chunks with olive oil, garlic, parsley, dan... cabe rawit - porsi sedang (16K / 100 gr) - extra Salmon (5K). Minumnya pesen Mint Tea (refill) (12.5K). So here it goes...

Pesenan dateng dalam waktu relatif cepet, pastanya 'al dente' (+). Tingkat kematangan ini bukannya nggak mateng, memang masih rada keras, tapi ini standar internasional dan dipake di WP ini. Jadi kalau nggak suka, minta dimasak ampe mateng bener waktu mesennya.

Content inspection: Lho koq tuna semua isinya?(-) Cepet gw kontak waiter, dan tak lama kemudian floor captainnya mampir, dengan ramah menanyakan ada masalah apa, lalu koordinasi ke dapur (+). Trus pak kapten balik lagi dan bilang kalau di order yang tercatat adalah extra tuna, bukan salmon... dan nawarin buat diganti (+)

Seinget gw sih tadi mintanya Salmon, dan pas order dikonfirmasi sama waiternya juga Salmon... tapi ya sudah lah, barangkali gw salah sebut juga. Toh pake tuna thok udah oke (+).

Walaupun pelayannya keliatan masih hijau banget, dan miskin senyum (-), tapi cukup sigap dan membantu.

Nah sekarang, paduan rasa olive oil dan garlic itu termasuk very light, yang mana gw anggap cocok lah buat tuna yang relatif kuat karakter rasanya. Tapi plus rawit? Sebenernya ini salahsatu garnish yang paling gw hindari karena gak tahan pedes... tapi karena keliatannya cocok so nekad aja... tapi gak lupa minta sama waiternya supaya "jangan terlalu pedes". Dan dateng tetep dalam tingkat pedes yang volcanic (-). Hehehe, jadinya mandi keringet siang itu di Bandung yang dingin.

Taste-wise? Wonderful! Simple tapi nendang. Kecuali pedesnya yang minta ampun itu ya.

Ice Mint Tea nya, baru berasa kalau daun-daun mint nya dikunyah (-). Ini karena selain si daun2an nggak diremes supaya aroma dan rasanya keluar, direndemnya juga keliatannya nggak cukup lama. Jadinya lebih seperti regular ice tea with chewable leaves.

Yang rada bikin bengong adalah tempat sedemikian masang tax & service sampe 15%, sementara resto2 di Bandung malah kadang "menyerap" cost ini ke harga makanan langsung, jadi pembeli nggak usah berhitung ulang pas mau bayar.

Nyobain menu lain yang pake keju dan lalu dipanggang, ternyata lumayan juga. So, soal taste sih cukup oke deh (+).

Hal menarik lainnya adalah Free WiFi nya itu (+), sehingga banyak pengunjung berlama-lama mampir disini buka leptop, cukup bermodalkan free-refill drinks. Mahasiswa sekali...

Minus pointnya: hectic sekali, dan keliatannya rada sia-sia pemisahan antara smoking vs. non-smoking sectionnya. Sering harus waiting-list, colokan listrik ada tapi sedikit, dan costing yang sedikiiiit rada tinggi untuk standar Bandung (in my mind surely). Jadinya nggak bisa dikategorikan sebagai budget dining.

Will be back? No problem, but not really eager. Recommended? Why not? (bay)

5 comments:

Appearances