La Bastille


Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: French
Location:Jl. Abdul Majid No. 23, Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Phone: Res (021) 7248213 / Café (021) 98286884
Sempat satu kali saya menikmati makanan di Le Buffalo, sebuah warung penyaji masakan Prancis yang terletak di Jl. Abdul Majid, Cipete – tepatnya di seberang sebuah gedung sekolah dasar di dekat pertigaan Jl. Fatmawati. Setelah itu, bangunan Le Buffalo lenyap dan tergantikan oleh sebuah bangunan kost bergaya minimalis. Le Buffalo, entah ke mana. Hingga kurang dari sebulan yang lalu, seorang teman memposting album foto yang menunjukkan La Bastille ini. Maka kami, saya & Brutus, langsung memutuskan untuk mencobanya. Kalau tidak waspada, cukup sulit untuk menemukan café (eh, errr… warung?) yang lokasinya memang agak ngumpet dengan ukuran mungil ini.

Namanya memang La Bastille. Tapi sepertinya, inilah Le Buffalo yang kami cari-cari selama ini. Setidaknya, si ibu tua di Le Buffalo (konon, menurut Brutus, beliau adalah pemiliknya), sekarang ada di sini. Melihat menu, perangkat makan, serta dekorasinya… duh, ini sih Le Buffalo. Ganti nama saja, mungkin? Whatever.

Escargot Bourgogne (½ Dz = 40K)
Saya memesan 6 buah bekicot yang dipanggang dengan herb butter ini sebagai appetizer. Because, yea, escargot does appetizing – somehow. Disajikan dengan beberapa irisan baguette yang sudah di-bake dan butter, escargot ini datang tanpa busana. Tanpa cangkang, maksud saya. Cocolkan irisan baguette di lelehan herb butter. Kunyah. Lalu masukkan escargot dalam mulut. Kunyah lagi. Mmm… Enak banget. That’s all I can say.

Rognons D’agneau au Porto (55K)
Irisan tebal ginjal kambing muda, dalam saus wine. Disajikan dengan mashed potato, chopped sautee spinach serta baby buncis rebus. Ginjalnya dimasak dengan tingkat kematangan yang pas, menghasilkan gigitan yang chewy. Saus wine yang tipis; tidak menghilangkan karakter rasa ginjal kambing yang khas. Beefy sekali tapi tidak amis. Kemungkinan besar dikarenakan ginjal ini diperoleh dari kambing muda. I love it! Sementara, dalam mashed potato-nya terlihat ada nuansa warna oranye yang didapatkan dari wortel yang diparut halus. Bukan jenis mashed potato yang creamy. Teksturnya juga tidak terlalu halus. Tapi inilah jenis mashed potato yang sama seperi yang saya dulu dapatkan di Le Buffalo. Baby buncisnya direbus begitu saja, masih crunchy ketika digigit, dengan citarasa yang manis. Enak. Chopped sautee spinach-nya jadi favorit saya dari seluruh side dish di sajian piring ini. Plain, tenderly classy. Menu yang enak, tapi sebenarnya tidak direkomendasikan bagi penderita asam urat seperti saya. Juga meningkatkan kolesterol dengan sekejap! Hehehe…

Coq Au Vin (50K)
Fillet ayam yang dimasak dalam saus wine. Tekstur ayam menjadi lembut. Saus wine di menu ini terasa cukup pekat. Disajikan dengan side dishes yang sama; mashed potato, chopped sautee spinach dan baby buncis rebus. O ya, mashed potato bisa diganti dengan french fries, jika mau.

Sisanya, yang tercantum di bon adalah Orange Juice (15K) dan Aqua (5K).

Selama menunggu masakan yang belum datang, kami disuguhi kering kacang teri. So not French sih yesss. Tapi yaaa, it’s ok lah :D Pelayanan ramah. Waitress yang meladeni kami juga sangat helpful, terutama ketika saya banyak tanya tentang isi menu di tangan saya. O ya, ada beberapa nama di menu yang sepertinya menarik dan akan saya coba pada kunjungan berikutnya, yaitu:
Pate du Chef (35K) <<< konon, kata si waitress, terbuat dari hati angsa (awww!) dan home made. Wah!
Moules Marinieres / Frites [marinated mussels with french fries] (45K)
Sole Sauce Anchois [sole with anchovy sauce] (50K)
Bouillabaisse [Marseille seafood soup] (65K) <<< well, dengan harga segitu, it better has a very delightful taste with a whole ocean’s creatures in it! Hehehe…

Jangan lupa adanya menu spesial harian yang mereka tawarkan yaitu; Beef Bourguignon [beef stew], Tripes a la Mode de Caen [stewed tripe], Filet de Poulet / Puree [roasted pork with mashed potato], Roti de Porc / Puree [roasted pork with mashed potato], Gambas au Calvados [shrimp dipped in calvados] serta Couscous Royal.

O ya. Saya sempat juga sebenarnya mempertanyakan keberadaan Fried Rice Special di menu ini. Apakah ini nasi goreng ala Prancis? Atau sekedar nasi goreng pelipur lara (baca: ditujukan bagi mereka yang terpaksa singgah di sini karena menemani seseorang alias sebenarnya nggak doyan masakan Prancis)?

Catatan lainnya, harga-harga yang tercantum di menu tadi sudah nett. Tapi pembayaran hanya diterima dalam bentuk cash. Dan harap bersiap dengan space parkir yang, errr… sebenarnya tidak ada itu ;D




ADE-licious-o-meter:
Taste: 9 of 10
Food Presentation: 8 of 10
Service: 9 of 10
Hygienic Level: 9 of 10

4 comments:

Appearances